MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

Toilet Alam

Posted by Admin on 2014-09-17 03:40:36 UTC

Bagaimana kita kalau mau buang air pada saat mendaki Gunung? Sebuah pertanyaan unik yang diajukan seorang pemula yang ingin belajar mendaki Gunung. Seseorang mungkin tidak terbiasa buang air di tempat terbuka, sehingga menjadi beban pikiran padahal ingin menjadi seorang Pendaki Gunung. Haruskah menahan buang air hingga sampai di Kamar Mandi? Perasaan yang timbul mungkin awalnya malu, kedua mungkin merasa tidak sehat atau bahasa kasarnya jorok, ketiga merasa belumj pernah atau tidak terbiasa, dan ada juga yang tidak mau mengotori kesucian Alam. 

Menggunakan popok atau pampers secara etika sudah biasa dilakukan di jaman modern ini. Namun bagi kebanyakan Pendaki gunung hal ini justru menjadi tidak biasa.

Secara alami sebenarnya wajar saja manusia buang air di tempat terbuka (Alam bebas). Namun secara etika bisa jadi kendala. Pendaki Gunung sebenarnya sudah terbiasa dengan persoalan ini. Namun Pendaki  pemula sering kali merasa terbebani dengan etika dan budaya, padahal Pendaki lain tidak mempermasalahkannya. Meskipun demikian ada aturan tersendiri yang harus diperhatikan seorang Pendaki ketika hendak melakukan buang air di Alam Bebas.

Entah kenapa manusia secara tidak sadar (pria) suka kencing pada tembok, batang pohon atau batu besar. Kalau binatang misalnya kucing mereka suka menandai wilayahnya dengan urine pada pohon, batu, dan benda-benda lainnya.

Jika anda berada di Alun-Alun Suryakencana di sekitar puncak Gunung Gede, terdapat hamparan luas tanaman edelweis. Pemandangan yang sangat indah, membuat Pendaki tertarik untuk berfoto diantara bunga Edelweis. Tetapi hati-hati karena diantara tanaman Edelweis terdapat banyak ranjau bertebaran. Pendaki suka buang air besar di sela-sela tanaman Edelweis itu.

Aturan umum yang harus dilakukan Pendaki Gunung :

  • Tidak buang air di Sungai, danau atau Mata Air, termasuk tidak mengotori air dengan odol, sabun dan sampo
  • Ketika buang air besar buatlah lubang selanjutnya ditutup tanah.
  • Peraturan di Gunung Merbabu melarang Pendaki untuk tidak buang air di Kawah Merbabu.

Aturan yang berhubungan dengan Dunia Mistik :

  • Puncak Gunung adalah daerah yang angker, Jangan pernah buang air di Puncak Gunung.
  • Kalau buang air Jangan menghadap ke arah Puncak gunung.
  • Jangan sekali-kali buang air di tempat-tempat angker, seperti Watu Gubug di Merbabu, Pasar Bubrah di Merapi, dll.
  • Pejiarah di gunung Ciremei membawa botol air mineral untuk menampung air seni, mereka tidak mau mengotori Gunung Ciremei yang Suci.

 

  New Page 1

Foto-foto pendakian Gunung Merbabu tahun 1910 dan suasana sekitar Merbabu sebelum dan sedudah tahun 1900

 

Harimau Jawa telah lama dinyatakan punah namun beberapa pendaki gunung sering bercerita berjumpa dengan harimau loreng ini. Apakah ini harimau jadi-jadian?

Gunung Salak sejak jaman dahulu sudah sering dikunjungi oleh para pejiarah, dahulu terdapat patung pemujaan di puncak gunung Salak. Terdapat juga makam mbah Gunung Salak yang sering dikunjungi para pejiarah.

Suasana puncak gunung Lawu tempo dulu awal tahun 1900

Headline Artikel / Berita :

Tips mendaki gunung sambil berpuasa
Junghuhn
Perjalanan petualangan Franz Wilhelm Junghuhn 1835-1859
Museum Lingga Jati
Walkie talkie
Jamur yang dapat dimakan
Tentang Merbabu.Com
Manfaat Mendaki Gunung
Tetap Cantik di Gunung
Januari : Hujan sehari-hari
Bekal Makanan dan Minuman untuk Pendaki Gunung
Nasi Gudeg Koyor Pasar Sapi Salatiga
Air di Gunung
Penutupan Taman Nasional Gede Pangrango
Ratusan orang upacara "sadranan" di lereng Merapi
Keraton Yogyakarta kembali gelar Labuhan Merapi
Berdirinya dusun Thekelan
Outfest 2015, pameran outdoor sport terbesar
Cara Menulis Artikel Gunung
Kebakaran Gunung Merbabu Pendakian ditutup

Kategori Artikel / Berita :

Merbabu, Merbaboe, Damalung, Meru, Argo, Pamrihan, Telomoyo, Merapi, Puncak Gunung, Kenteng Songo, Selo, Cunthel, Tekelan, Kopeng, Salatiga, Boyolali, Pasar Sapi, Watu Gubug, Puncak Pemancar, Pasar Bubrah, Kawah, Pasar Setan, Devil Bridge, Jembatan Setan, Puncak Syarif, New Selo, Merapi, Ungaran, Magelang, Watu Tulis, Pereng Putih.

Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU