ISTANA GAIB PUNCAK MERBABU

Tidak mengherankan jika ada pendaki atau pejiarah yang secara gaib menemukan keris atau benda pusaka, di gunung Merbabu. Karena konon Merbabu terdapat sebuah kerajaan. Menurut salah satu versi cerita masyarakat yang berkembang, pada jaman dahulu ketika masa Mataram kawasan Gunung Merbabu ini merupakan sebuah kerajaan yang pusat pemerintahannya di Puncak Kenteng Songo. Sembilan batu berlubang di puncak Merbabu, konon adalah umpak atau batu pondasi tiang pendopo Istana Merbabu.

Salah satu tokoh kerajaan adalah Ratu Dewi Retno Asih. Setiap mengadakan perjalanan ke Gunung Merbabu pasti melewati Taman Keputren yang mempunyai keistimewaan yaitu memiliki 9 mata air, yang sekarang menjadi Umbul Songo.

Kerajaan tersebut mempunyai 2 kelompok pasukan, yaitu pasukan yang berseragam merah dan pasukan yang berseragam hijau. Konon siapapun yang menyamai atau memakai pakaian berwarna merah akan diusir oleh pasukan merah ini. Oleh karena itu para pendaki disarankan tidak menggunakan baju berwarna merah. Berdasarkan pengalaman, pendaki yang mengalami kecelakaan di gunung ini umumnya menggunakan pakaian berwarna merah.

Sedangkan orang yang memakai pakaian berwarna hijau akan dianggap teman oleh pasukan hijau, sehingga akan dituntun/digiring masuk ke dalam pasukan ini. Seperti pakaian berwarna merah, para pendaki sebaiknya tidak menggunakan baju berwarna hijau. Kejadian yang sering menimpa orang yang berpakaian hijau antara lain kesurupan dan kehilangan jalur.

Di kawasan Gunung Merbabu dipercaya juga terdapat sarana dan prasarana sebagaimana sebuah ibukota kerajaan, seperti gerbang, alun-alun, pasar dan menara pengintai untuk pertahanan. Yang disebut alun-alun adalah Pos IV Lempong Sampan yang berfungsi sebagai tempat beristirahat sebelum menghadap raja sekaligus tempat berlatih para prajurit. Posisi pasarnya berada di sebelah barat Lempong Sampan, disebut Pasar Setan.

Sedangkan yang menjadi gerbang adalah Watu Gubug, yang dahulu disebut Gunung Pertapan yang menjadi tempat berkumpul/pertemuan rakyat yang akan menghadap raja. Rakyat atau orang-orang yang akan menuju pusat kerajaan diintai melalui menara pengintai yang pada saat ini menjadi tempat berdirinya menara TNI yang di dekatnya terdapat Watu Tulis. Konon dahulu terdapat prasasti di lokasi ini.

Pos I jalur Cunthel terdapat Batu Besar, yang juga merupakan pintu gerbang menuju kerajaan Gaib ini. Pernah suatu ketika rombongan paranormal yang hendak berjiarah ke puncak Merbabu berangkat dari dusun Cunthel namun ketika sampai di Pos I sepertinya mereka belum mendapat ijin dari penjaga istana. Hujan badai tiba-tiba muncul dan petir bergemuruh diangkasa, dan rombongan paranormal tersebut kembali turun ke Cunthel tidak melanjutkan perjalanan.

 

TENTANG MERBABU.COM

Merbabu Community atau Komunitas Pecinta Alam Merbabu, berdiri sejak tahun 1984.

Website Merbabu.com hadir sejak tahun 2001, dirintis sejak tahun 1997 dengan domain hosting gratisan.

 

.

.

Copyrights © 2001 - 2017 Merbabu.Com Powered by Propacom