ISTANA GAIB PENGUASA GUNUNG MERAPI

Gunung Merapi dipercaya oleh masyarakat sebagai istana/keraton gaib yang dihuni oleh para penunggu/penguasa alam gaib beserta penghuni alam gaib lainnya. Pasar Bubrah yang sering digunakan para Pendaki untuk berkemah, adalah pasarnya para lelembut merapi.



Pada saat terjadinya gunung meletus itu disebabkan karena para sang Bahureksa sedang punya hajad besar dalam membangun “keraton”, dan warga di sekitar diminta untuk bersabar, tabah dan tawakal, sucikan hati, kembali hidup sejalan dengan alam, dan dekatkan diri kepada yang Maha Kuasa.

Para penguasa keraton gaib di gunung Merapi adalah :

Eyang Merapi : Pimpinan seluruh lelembut penghuni Gunung Merapi.
Eyang Panembahan Sapu Jagat : Juru kunci kawah Merapi, yang berkuasa untuk membuka kawah bila sudah tiba saatnya akan meletus.
Eyang Megantara : Kewenangan mengendalikan cuaca di sekitar Merapi, hujan atau panas tergantung Eyang Megantara.
Nyi Gadung Melati : Penjaga kesuburan tetumbuhan di sekitar Merapi.
Eyang Antaboga : Menjaga keseimbangan gunung agar tidak melorot tenggelam ke dasar bumi.
Kyai Petruk : Pemuka jin ini bertugas memberi wangsit mengenai waktu meletusnya Merapi, termasuk juga memberi kiat-kiat tertentu kepada penduduk agar terhindar dari ancaman bahaya lahar panas Merapi.
Kyai Sapu Angin : Pemimpin roh halus ketujuh yang khusus mengatur arah angin adalah .
Kyai Wola-Wal i: Pemuka jin kedelapan yang tugasnya menjaga sembari mengatur teras keraton Merapi.
Kartadimejo : Komandan pasukan makhluk halus sekaligus menjaga ternak serta satwa gunung, termasuk memberi kepastian kepada penduduk tentang kapan tepatnya Merapi meletus.


Almarhum Mbah Maridjan sendiri konon mampu berkomunikasi dengan beberapa penunggu Gunung Merapi, maka tak heran dia selalu menunggu WANGSIT dari Kyai Petruk untuk tindakan selanjutnya bila Gunung Merapi mengeluarkan gelagat mau meletus.


Awan di puncak merapi berujud Kyahi Petruk.

Dalam bahasa Mbah Maridjan bahwa gejolak di Gunung Merapi diterjemahkan sebagai “eyang” yang melenggahinya sedang punya hajat membangun “keraton”. Mbah Maridjan yang pantang menggunakan istilah “Gunung Merapi meletus”, menjelaskan bahwa di saat eyang sedang punya hajat semua orang di lingkungan Merapi harus sabar, tabah dan tawakal.

 

TENTANG MERBABU.COM

Merbabu Community atau Komunitas Pecinta Alam Merbabu, berdiri sejak tahun 1984.

Website Merbabu.com hadir sejak tahun 2001, dirintis sejak tahun 1997 dengan domain hosting gratisan.

 

.

.

Copyrights © 2001 - 2017 Merbabu.Com Powered by Propacom